Rabu, 22 April 2009

LOMBA MELUKIS DIHARI KARTINI




Sudah menjadi tradisi setiap tahun bahwa pada tanggal 21 April menjadi hari peringatan Emansipasi Wanita atau hari Kartini yang sering dalam bahasa keseharian lebih akrab kita meyebutnya dengan istilah kartininan, acara seperti ini biasanya dimeriahkan dengan berbagai macam kegiatan dan lomba yang diikuti oleh berbagai kalangan baik muda maupun anak-anak di sekolah masing-masing.

Begitu pula kegiatan lomba hari Kartini yang diadakan di Gedung Kayu Perum Perhutani KPH Gundih, bedanya acara lomba ini dimotori oleh ibu-ibu karyawan yang terhimpun dalam YTRP KPH Gundih ini, untuk memeriahkan acara Kartinan YTRP KPH Gundih mengadakan lomba melukis dan mewarnai yang diikuti oleh anak-anak TK sewilayah kecamatan Geyer dan Kradenan tempat KPH Gundih bernaung, acara tersebut diikuti oleh lebih kurang lebih 171 anak murid TK yang berasal dari TK Tunas Rimba I Gundih, TK Tunas Rimba II Kradenan, TK Pertiwi Sobo, TK Darma Wanita Rambat, TK Tunas Rimba III Monggot, dan TK Darma Wanita I Ledok Dawan.

Acara yang diadakan pada tanggal 20 April 2009 tersebut berlangsung sangat meriah selain melukis dan mewarna diisi pula dengan acara-acara lainnya seperti diantaranya Senam masal, Drum Band oleh TK Tunas Rimba I dan TK Tunas Rimba II,dan aneka tari-tarian daerah yang tentunya diwakili oleh perwakilan tiap taman kanak-kanak.

“Dengan semangat hari Kartini kita timbulkan kreatifitas melalui lomba menggambar dan mewarna yang nantinya akan mendidik anak –anak untuk dapat berbuat positif dalam menyongsong masa depan mereka” seperti yang diucapkan oleh Ibu Sandra Novita Cahyo Kawedar sebagai ketua panitia Lomba dalam sambutan beliau diawal acara.

Semangat Kartini agaknya tercermin dalam hasil lomba , terbukti hampir dari seluruh lomba menggambar dan mewarna didominasi oleh kaum perempuan, seperti yang diumumkan oleh dewan juri yang disini diketuai oleh Ibu Cony Oscar S. Maukar, tersebut nama Popy Intan Ismalina sebagai Juara I melukis dari TK Tunas Rimba I, Tia Hafida Susanti Juara II dari Tunas Rimba II Kradenan, dan juara III Irkam Adi Prayoga dari TK Pertiwi I Sobo. Sedangkan lomba mewarnai adalah Chika Putri Septanti dari TK Tunas Rimba II Kradenan sebagai Juara I, Fatur Pratama Srifadil juara II dari TK Tunas Rimba II Kradenan, dan sebagai juara III adalah Fabiola Putri Andana dari TK Tunas Rimba II Kradenan.

Minggu, 29 Maret 2009



SAYANGI JPP ( JATI PLUS PERHUTANI )

JATI PLUS PERHUTANI

*Keunggulan JPP adalah :

  1. Tumbuh Cepat ( daur 20 tahun )
  2. Volume per Ha relatif besar
  3. Kualitas batang lebih baik
  • Syarat-syarat tempat tumbuh JPP
  1. Bonita 2,5 ke atas
  2. Aksesibilitas mudah
  • Lobang tanam
    1. Lobang tanam dibuat pada bulan September Oktober, dengan ukuran panjang 40 cm
      X lebar 40 cm X dalam 30 cm.
    2. Tanah galian atas/topsoil ( +/- 15 cm dari permukaan ) ditaruh
      disebelah kiri, tanah galian bawah ditaruh sebelah kanan.
    3. Lubang sudah selesai 1 (satu) bulan sebelum ditanam

*Pemasukan Pupuk Kandang / Kompas pada lobang tanam

  1. Pelaksanaan pencampuran kompos / pupuk kandang dan topsoil minimal 1 (satu) minggu sebelum penanaman
  2. Setiap lubang diberi pupuk kompos sebanyak 2 kg atau pupuk kandang sebanyak 3 Kg.
  • Pemeliharaan Tanaman JPP

a. Babat pada lokasi banjar harian yang ditinggal pesanggem dilakukan minimal 2 x dalam setahun (Maret dan Oktober).

b. Gebrus piringan dilakukan pada akhir musim hujan (Maret) dan pada musim hujan (Oktober) yang dilakukan dari tahun ke II s/d V

c. Babat dan gebrus piringan dengan diameter 50 cm untuk tumpang sari dan 100 cm untuk Banjar Harian (BH) / TLK dilaksanakan sebelum pemupukan.

d. Pemupukan

*. Bulan dan Takaran pupuk

- Pada tahun ke II dilakukan bulan Pebruari dan Nopember,diberi pupuk oreas sebanyak 50 Gram

- Pada tahun ke III dilakukan bulan Februari dan Nopember, diberi pupuk Urea sebanyak 100 Gram

- Pada tahun ke IV dan V dilakukan bulan Februari dan Nopember, diberi pupuk Urea sebanyak 150 Gram

*.Cara Pemupukan

- Pemupukan dilakukan pada saat musim hujan (curah hujan cukup).

- Pemupukan dilaksanakan dengan membuat lubang pupuk pada 2 (dua) titik arah barat dan timur (karena akar penyerap makanan ada lebih banyak di arah barat dan timur sedangkan arah utara dan selatan lebih banyak akar nafas) dengan jarak selebar tanaman.

- Kedalaman Pupuk lebih kurang 10 cm.

e. Hindari dari persaingan gulma ( pengendalian Hama dan penyakit ) gangguan penggembalaan, perencekan , pencurian dan kebakaran ( kebakaran akan mengurangi pertumbuhan diameter 1 s/d 2 cm per tahun).

f. Mulai tahun kedua dilaksanakan wiwil tunas air dan tunas batang.

*Hama Penyakit

Perlu diperhatikan sering terjadinya mati pucukan disebabkan Drainase yang jelek maupun kurang atau kelebihan unsur hara.

  • Penjarangan JPP dilakukan pada umur 5 th, 10 th, dan 15 th ( frekuensi penjarangan 5 tahunan )

*Produksi Tebang habis ( Normal )

200 M3/ha dengan jumlah pohon 400 phn/ha.















Senin, 23 Maret 2009

SENDANG COYO


Sendang Coyo terletak di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, kab. Grobogan masuk wilayah pengelolaan hutan RPH Coyo, BKPH Panunggalan.
Sendang Coyo dikeliilingi pohon jati dan rimba tua berumur sekitar 70 thn, merupakan tempat rekreasi bagi masyarakat Kab. Grobogan dapat ditempuh dgn kendaraan roda dua maupun roda empat dgn jarak tempuh dari kota Purwodadi lebih kurang 30 Km ke arah Timur.
Rute yang dapat ditempuh :
1. Purwodadi-Danyang-Pulokukon-Coyo
2. Purwodadi-Wirosari-Kuwu-Pulokulon- Coyo

SEKILAS KPH GUNDIH


LETAK DAN LUAS

Perum Perhutani adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi wenang oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola Sumber Daya Hutan (SDH) di pulau Jawa dan Madura sejak th. 1972, kecuali DKI Jakarta , DIY, dan Hutan Konservasi. Pengelolaan Hutan dilakukan dengan oleh Peraturan Peraturan yang berupa Surat Keputusan (SK), Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis), serta Petunjuk Kerja ( PK) atau standar Operasional Prosedure (SOP).

Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Gundih di kota Kecamatan Geyer, Kab. Grobogan, termasuk Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Jratun Selun, dan Sub Das Serang, dengan karakteristik dan kondisi sosial ekonomi Masyarakat pedesaan, yang masih banyak menggantungkan kehidupan dari hutan.

Luas KPH Gundih berdasarkan Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH) jangka 2001 s/d 2010 adalah 30.049,50 ha, yang kese3muanya masuk dalam wilayah Kabupaten Grobogan, rata-rata ketinggian 50 s/d 500 dpl, Jenis Tanah (Grumosol, Regusol), Geologi (jenis batuan) Batuan Kapur, dengan sebaran fungsi hutan sebagai berikut :

- Hutan Produksi : 29.977,1 ha

- Hutan Lindung : 32,2 ha

- Hutan Wisata

Mata Air dan LDTI : 39,2 ha